Hanya Diperbolehkan Pakai Uang Bambu Jika Mau Transaksi Disini

Posted on

Jika kalian ingin belanja di daerah Temanggung, kalian tidak bisa menggunakan uang Rupiah seperti halnya berbelanja di pasar-pasar tradisional atau pasar modern. Salah satu tempat yang terkenal karena belanja disini tidak menggunakan mata uang asli negara kita yaitu Rupiah ataupun mata uang asing yaitu Pasar Papringan. Pasar papringan ini terletak di Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Sedu Kabupaten Temanggung, transaksi yang unik ini membuat rasa penasaran dari orang yang ingin merasakan berbelanja tanpa menggunakan mata uang asli.

Pasar Papringan Thumbnails

Bagi kalian yang ingin merasakan bagaimana transaksi di pasar Papringan, kalian harus tahu jadwal kapan pasar ini buka. Karena pasar ini tidak selalu buka tiap hari layaknya pasar tradisional biasa, pasar Papringan ini buka hanya dua kali dalam sebulan (Minggu Wage dan Minggu Pon) dimulai dari jam 6 pagi sampai semua dagangan laku. Jika memang ada rencana kesana ketika anda sedang berada dilokasi Kanupaten Temanggung, kalian harus kesana jangan lewat dari jam 10 pagi sebab dagangan akan ludes dan kalian belum sempat menikmati berbelanja menggunakan uang bambu.

Suasana Pasar Papringan antara penjual dan pembeli
Suasana Pasar Papringan antara penjual dan pembeli

Meskipun menggunakan mata uang bambu bukan berarti kalian dapat semaunya belanja dengan mata uang bambu, karena harus di tukarkan terlebih dahulu. Seperti halnya ketika kalian main di salah satu pusat permainan dengan menukarkan koin. Nah mata uang bambu ini dapat anda peroleh ketika sebelum masuk dan berbelanja di pasar ini, disediakan tempat penukaran uang rupiah dengan uang bambu (pring) pada stand yang sudah disediakan oleh panitia.

Tempat penukaran uang bambu Pasar Papringan
Tempat penukaran uang bambu Pasar Papringan

Untuk satu mata uang pring (bambu) ini dihargai 2 ribu rupiah, untuk diketahui mata uang bambu yang sudah ditukarkan denga rupiah tersebut tidak dapat dikembalikan lagi jika tidak habis dibelanjakan. Nah untuk mengakalinya kalian harus terlebih dahulu mengira atau membuat rincian apa aja yang harus dibelanjakan nanti agar tidak kelebihan uang bambu kalian. Pasar ini sendiri kebanyakan menjual makanan tradisional, koordinator keuangan disana mengatakan ada sekitar 140 jenis makanan tradisional atau makanan jadul yang dijajakan. Jadi jelas kalian paham kan kebanyakan hanya makanan tradisional, jadi belanjalah yang kira-kira akan anda makan atau makanan yang kiranya bisa dijadikan oleh-oleh.

Konon asal usul dari pasar Papringan ini dulunya adalah tempat angker, lahan kosong ini dipenuhi oleh tumbuhan bambu dan tak jauh dari sana ada pemakaman dan tempat pembuangan sampah. Sehingga tercetus ide dari seorang foundernya yaitu Singgih Susilo Kartono untuk menyulapnya menjadi tempat yang indah, hingga akhirnya pasar Papringan ini muncul. Desain utamanya dari seorang pria Thailand, dengan bentuk keunikan tersendiri membuat pasar ini berbentuk angka delapan yang merupakan angka keberuntungan atau angka hoki.

Tradisional Banget Pusat hiburan dan tempat bermain
Tradisional Banget Pusat hiburan dan tempat bermain

Selain pasar jual beli, disini ada pertunjukan kesenian daerah gamelan, ruang baca dan tempat bermain bagi anak-anak. Dengan adanya pasar ini, ekonomi masyarakat sekitar semakin maju dan meningkat dan sarana wisata yang menarik dan unik bagi semua orang, bahkan turis dari luar negeri menyukai tempat ini. Pasar ini bebas dari plastik dan tidak mencemarkan lingkungan. Jika kalian kepo dan penasaran akan pasar Papringan ini, bisa cek Instagramnya @pasarpapringan. Cari tahu dulu baru pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *